Photo by liburananak.com

Orang tua mana yang tak ingin jagoan kecilnya tumbuh menjadi pribadi tangguh? Mengajak Si Buyung beraktivitas menantang adrenalin, dapat menguatkan mental dan fisik anak. "Berlatih skateboard membuat anak mencoba push the limit," jelas Anthony Adam Caya, pelatih dan pendiri Green Skate School.
Green Skate Park terletak di samping Teater Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Setiap akhir pekan atau hari libur pasti terlihat sejumlah anak dan remaja tengah asyik bermain skateboard di arena skate Green Skate Park. Kadang kita akan dibuat terkesima dengan bocah usia 8 tahun yang mahir meluncur dari tempat tinggi menggunakan papan skate. Kegiatan latihan bersama/kursus skate ini rutin ada setiap hari Sabtu dan Minggu yang dibimbing dan diawasi pelatih dari Green Skate School, yang beroperasi sejak November 2009 lalu.
Ada alasan mengapa Tony Caya bersemangat melatih. “Banyak anak yang ingin bermain skate, tapi orangtua melarang karena tak ada yang mengawasi,” ujar pria yang juga menjabat sebagai SE Asia Skate Team Manager & Events Coordinator ini. Agar anak didiknya tetap selalu dibawah pengawasannya, Tony membatasi jumlah muridnya. “Selain itu skater di Indonesia masih sedikit, padahal jenjang karier menjanjikan,” katanya.

Tony melatih anak bermain skate dengan sistem safe & fun. “Harus step by step, mulai dari cara jalan, memutar papan, memutar badan dan seterusnya,” terang pria yang bermain skate sejak usia 16 tahun ini. “Jadi nggak baru belajar langsung melompati 5 tangga,” katanya tertawa. Untuk bisa bermain, biasanya perlu waktu sekitar 6 bulan. “Kalau benar-benar jago, biasanya perlu waktu 1,5 tahun,” ungkapnya. Meski murid yang aktif berusia 8-12 tahun, sebenarnya tak ada batasan umur untuk bergabung di Green Skate School. “Memang, yang paling bagus mulai di usia 9-12 tahun. Jadi saat remaja sudah mahir,” jelas Tony. Untuk persiapan awal, anak bisa membeli papan skate, helm dan pelindung lengan-lutut sekitar Rp. 1,5 juta*.
Biaya kursus per anak hanya Rp. 600.000* (4 sesi dalam sebulan, 2 jam setiap sesi). “Prinsipnya anak harus berani push the limit, melawan keterbatasan. Itu kunci suksesnya,” tuturnya. Namun bila anak-anak belum berminat untuk kursus dan masih ingin coba-coba, tempat ini juga menyediakan penyewaan skateboard lengkap denga alat pelindung badan yang diperlukan (tentunya akan lebih aman bila sebelumnya sudah ada dasar/pengalaman supaya lebih aman).
Biasanya alas an anak-anak tertarik belajar skate, adalah karena asyik dan mereka senang meluncur dari tempat tinggi. Para orangtua dari murid-murid Green Skate School pun mengaku bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Jadi bila anak-anak menunjukkan ketertarikannya dengan Skaeboard, oangtua tidak usak khawatir lagi karena tak ada yang mengawasi. Bagaimanapun anak harus banyak bergerak sejak kecil. Kalau memang suka bermain Skateboard, tidak lagi jadi masalah karena sudah ada pelatih dan pengawas yang berpengalaman. Berminat?

Jam Operasional:
Ukuran Sepatu Skateboard yang tersedia untuk disewakan: 7,3 inchi untuk anak-anak dan 7,75 - 8 inchi untuk remaja & dewasa.
Green Skate School :
Sumber tulisan: http://www.tabloidbintang.com/ dan www.LiburanAnak.com